Wanagama Rally
Logo
Sejahteralah Manusianya, Suburlah Hutannya

Oleh Agus Affianto, Direktur Java Learning Center (Javlec)

Untuk kedua kalinya, Pekan Raya Hutan  dan Masyarakat (PRHM) akan bergulir. Umpama tamu, ia sudah di depan pintu. Acara ini berlangsung di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta dari 12 hingga 15 Januari 2009. Pekan Raya Hutan  dan Masyarakat pertama kali berlangsung di tempat yang sama, 2006 silam.

Isu paling penting dalam agenda ini adalah semangat di kalangan aktivis untuk mendorong terciptanya ruang kompromi antara perlunya memperbaiki mutu hutan dan lingkungan di satu pihak, dengan kepedulian untuk membantu masyarakat petani dekat hutan agar lebih sejahtera.

Pesta masyarakat kehutanan bertaraf nasional ini merupakan inisiatif bersama UGM, Departemen Kehutanan, Multistakeholders Forestry Program (MFP), Kemitraan (Partnership for Governance Reform), Java Learning Center (JAVLEC), dan parapihak lainnya.

Dua kepentingan tadi bisa berjalan seiring jika masyarakat dekat hutan mendapatkan jaminan mengelola sumberdaya hutan yang lebih luas dengan jaminan kepastian hukum. Hutan dan lingkungan yang lestari bermanfaat mencegah bencana alam dan perubahan iklim, dan pada saat yang sama juga memberikan penghidupan yang lebih baik pada manusia yang tinggal di sekitarnya.

Pekan Raya Hutan dan Masyarakat  ini bermaksud membangun aksi bersama (collective action) untuk mendorong perluasan ruang kelola bagi praktek-praktek kehutanan masyarakat, seperti Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Desa, Pola Kemitraan, dan berbagai inisiatif kehutanan masyarakat lainnya. Aksi bersama juga perlu untuk merwujudkan kebijakan yang menjamin keberlanjutan praktek-praktek kehutanan masyarakat di Indonesia.

Acara ini menampilkan serangkaian agenda, seperti seminar, workshop, pameran, dan hiburan. Masyarakat umum dapat mengikuti dan memtik manfaat dari acara ini, lebih-lebih bagi lembaga pemerintah pusat (Departemen Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kopereasi dan UKM, Departemen Dalam Negeri, Bappenas), pemerintah daerah, unit pelaksana teknis (UPT), swasta, perguruan tinggi, lembaga riset, lembaga swadaya masyarakat (LSM), masyarakat sekitar hutan, wartawan, dan mahasiswa.

Pekan Raya Hutan dan Masyarakat kali ini juga menjadi arena bagi masyarakat untuk mengingatkan para calon pemimpin yang akan berlaga dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 akan pentingnya pengembangan kehutanan masyarakat. Dari komitmen yang kuat calon pemimpin ini terhadap kemiskinan, hutan dan masyarakat, harapan untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera bukan impian belaka.

Di tengah tekanan kerusakan lingkungan serta krisis ekonomi global dewasa ini, kita perlu berpaling pada potensi sumberdaya alam – termasuk sumberdaya hutan tentunya – yang sebenarnya melimpah ruah di Bumi Nusantara tercinta ini sebagai kekuatan untuk membangun bangsa yang kuat di masa datang.

Fuad pada 3 Jan 2009 16:47 :
Beberapa hari ini kami sedikit berinteraksi dengan masyarakat desa hutan di ciwidey, bandung selatan. Sudah hampir 2 tahun ini mereka menanam kopi arabica di lahan perhutani. Inisiatif ini menurut hemat kami sangat baik. Sayangnya perhutani tidak cukup serius membina para petani kopi disana, padahal komoditas yg mereka tanam sangat menjanjikan. Mdh2an hal2 spt ini mendapat perhatian pada event yg akan diselenggarakan nanti. Selamat.
Eka pada 4 Jan 2009 15:53 :
Dalam memandang hutan, kita kerap memandangnya sebagai masalah lingkungan saja. Padahal masayarakay yang hidup di dalam dan sekitar hutan justru yang harus diperhatikan.

Jika mereka dapat sejahtera dari hasil hutan, tentu mereka akan menjadi penjaga kelestarian hutan yang baik. Dan pemerintah tidak perlu membiayai polisi hutan untuk menjaga hutan
Sari Handayani pada 5 Jan 2009 07:45 :
Semoga Pekan Raya Hutan dan Masyarakat 2009 sukses, sukses event-nya, dan sukses dalam membawa visi dan misinya bagi keberlanjutan kehutanan di Indonesia.
Nama :
Email :
Website :
Komentar :
Kode Verifikasi
Masukkan kode Verifikasi :
files/banner_argentumbooks.jpg
files/logobc1.png
files/banner_khatulistiwa.jpg
files/beritabandoeng.jpg