6 Jul 2009 05:33 - Dwi Nugroho
Ikan Hias Di Pasar Ngasem Dalam Dua Dekade
KOTA JOGJA: Mendengar pasar ngasem, pasti pikiran kita akan tertuju pada pasar burung. Sebagai pusat penjualan berbagai macam jenis burung, pasar ngasem memang selalu menjadi tujuan utama untuk mencari bagi wisatawan ataupun masyarakat lokal berburu burung.Tapi tidak, ternyata di pasar ngasem kita juga dapat menemukan jenis ikan hias yang beragam. Sudah 20 tahun ini, ikan hias menambah ramainya kicauan burung-burung yang ada di pasar ngasem.
Menurut Suryadi (50 tahun), ia sudah berjualan ikan hias sejak tahun 1989. Sebelum suryadi dan kawan-kawanya berjualan ikan hias di pasar Ngasem, tidak ada yang berjualan ikan hias.
"Saya dan temen-temen bisa dibilang sebagai pelopor berjualan ikan hias di sini, tetapi temen-temen saya sudah pindah", ujar Suryadi.
Masuknya ikan hias dalam pasar ngasem hingga rame saat ini tidak hal yang cepat. Dulu, penjual ikan hias di pasar ngasem tahun 1989 hanya tiga orang.
Saat ini, di pasar ngasem ini sudah terdapat sekitar 20 penjual ikan hias. Tidak hanya berjualan ikan hias, di sini juga dijual berbagai perlengkapan seperti akuarium, makanan ikan (pelet), pernak-pernik akuarium dan beberapa jenis hewan seperti kura-kura.
"Dulu, pada awalnya penjualan di sini sangat sepi, paling sehari dapat Rp 1.500. Tetapi saat ini omset penjualan ikan hias di sini sudah mencapai Rp 400.000 setiap harinya, ungkap suryadi.
Ikan hias yang di jual di sini memang cukup beragam. Ada kurang lebih 100 jenis iakn yang tersedia. Jenis ikan yang di jual antara lain Koki, Arwana, Louhan, Zebra, Plati dan Black Moly. Harga ikan pun cukup beragam. Untuk louhan dan arwana dengan ukuran panjang 15 cm misalnya, dijual dengan harga Rp 60.000, sedang untuk ikan-ikan yang relatif kecil, seperti Zebra, Black Moly dan plati dijual dengan harga antara Rp 1.000 sampai Rp 2.000 per ekor..
Komentar
Belum ada Komentar






