31 Jul 2009 12:38 - Exwan Novianto
Festival Kuliner Tingkatkan Khasanah Pariwisata
SLEMAN: Dalam upaya mempromosikan daya tarik dan potensi kuliner di 15 kabupaten kota yang tergabung dalam Java Promo akan diselenggarakan “Festival Kuliner Java Promo 2009” pada 8 hingga 9 Agustus 2009 di Halaman Eks Hotel Ambarukmo, Depok. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Java Promo dan Pemerintah Kabupaten Sleman dengan dukungan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.
Dewasa ini kuliner telah berkembang pesat dan telah menjadi industri yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memberikan dukungan positif terhadap sektor pariwisata di Indonesia. Bahkan kini telah merebak dan mengemuka istilah wisata kuliner di berbagai kota yang mampu memberikan daya tarik yang kuat kepada wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan manca negara.
Fenomena tersebut menggugah insan-insan pariwisata untuk lebih kreatif mengemas potensi kuliner sehingga benar-benar dapat menjadi asset pendukung pariwisata yang dapat diandalkan. Sehingga potensi kuliner diarahkan pada upaya peningkatan kualitas dan variasi dengan tetap mengedepankan pada nilai-nilai lokal.
Rangkaian kegiatan festival kuliner tersebut meliputi kompetisi makanan dan minuman khas daerah dengan tema “Sajian tradisional tak lekang oleh zaman tak surut oleh waktu”. Ada penataan apem sepanjang 1 kilometer yang didukung oleh 125 orang untuk memecahkan rekor MURI. Ada talkshow dengan tema ““Meningkatkan Kualitas Produk dan Menagkap Peluang Pasar Bisnis Makanan Tradisional”. Dilanjutkan Pameran dan bazaar aneka makanan dan minuman serta aneka hiburan dan kesenian tradisional. Adapun para pemenang festival kuliner akan mendapatkan trophy, piagam, dan uang pembinaan sebesar Rp 4,5 juta.
Kepala Bidang Perencanaan Sosial Ekonomi Bappeda Sleman selaku ketua panitia Drs. H Julisetiyono Dwi Warsito, MM mengungkapkan,” Kegiatan ini terbuka untuk umum yang ingin menyaksikan berbagai rangkaian kegiatan festival”. Diharapkan pula event ini sekaligus dapat memperluas khasanah kepariwisataan yang mampu menarik wisatawan.
Dewasa ini kuliner telah berkembang pesat dan telah menjadi industri yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memberikan dukungan positif terhadap sektor pariwisata di Indonesia. Bahkan kini telah merebak dan mengemuka istilah wisata kuliner di berbagai kota yang mampu memberikan daya tarik yang kuat kepada wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan manca negara.
Fenomena tersebut menggugah insan-insan pariwisata untuk lebih kreatif mengemas potensi kuliner sehingga benar-benar dapat menjadi asset pendukung pariwisata yang dapat diandalkan. Sehingga potensi kuliner diarahkan pada upaya peningkatan kualitas dan variasi dengan tetap mengedepankan pada nilai-nilai lokal.
Rangkaian kegiatan festival kuliner tersebut meliputi kompetisi makanan dan minuman khas daerah dengan tema “Sajian tradisional tak lekang oleh zaman tak surut oleh waktu”. Ada penataan apem sepanjang 1 kilometer yang didukung oleh 125 orang untuk memecahkan rekor MURI. Ada talkshow dengan tema ““Meningkatkan Kualitas Produk dan Menagkap Peluang Pasar Bisnis Makanan Tradisional”. Dilanjutkan Pameran dan bazaar aneka makanan dan minuman serta aneka hiburan dan kesenian tradisional. Adapun para pemenang festival kuliner akan mendapatkan trophy, piagam, dan uang pembinaan sebesar Rp 4,5 juta.
Kepala Bidang Perencanaan Sosial Ekonomi Bappeda Sleman selaku ketua panitia Drs. H Julisetiyono Dwi Warsito, MM mengungkapkan,” Kegiatan ini terbuka untuk umum yang ingin menyaksikan berbagai rangkaian kegiatan festival”. Diharapkan pula event ini sekaligus dapat memperluas khasanah kepariwisataan yang mampu menarik wisatawan.
Komentar
Belum ada Komentar






