SLEMAN: Festival Kesenian Sleman (FKS) 2009 yang berlangsung mulai 13 Juni 2009 telah usai. Upacara penutupan FKS berlangsung di Pendopo Kecamatan Minggir Sabtu 27 Juni 2009.
Penutupan ditandai dengan pemukulan bedug oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman mewakili Wakil Bupati Sleman. Hadir dalam acara tersebut para camat se- Kabupaten Sleman, kepala desa se-Kecamatan Minggir, serta pejabat Muspika setempat.
Acara tersebut diramaikan kesenian tradisional religius berupa kesenian Trengganon dari Parakan, Sendangsari, Minggir yang menampilkan dua kelompok putra dan putri. Masing-masing dimainkan oleh 12 pemain.
Selain itu juga dimeriahkan kesenian Jabur “Krido Putro” pimpinan Suwardi dari Dusun Tengahan, Sendangagung, Minggir dengan lakon “Dewi Martinjung Boyong” dengan sutradara Tedjo Sumarto.
Dalam kesempatan yang sama dilakukan penyerahan piagam dan uang pembinaan kepada para juara festival kethoprak yang dilangsungkan pada tanggal 17 hingga 19 juni 2009 silam di Gedung Serbaguna Sleman.
Penyaji terbaik pertama grup kethoprak gabungan dari Kecamatan Godean dan Gamping dengan lakon “Babad Alas Nangka Doyong” mendapatkan piagam dan uang pembinaan Rp 2 juta. Penyaji terbaik kedua grup kethoprak gabungan Kecamatan Berbah, Kalasan dan Prambanan dengan lakon “Ken Warsi” mendapatkan piagam dan uang pembinaan Rp 1,75 juta. Dan penyaji terbaik ketiga kethoprak gabungan Kecamatan Ngemplak, Cangkringan dan Depok dengan lakon “Tombak Kyai Buyut” mendapatkan piagam dan uang pembinaan Rp 1,5 juta.
Sedangkan ketiga nominasi yaitu lakon “Ampak-Ampak Girigondo” dari Kecamatan Minggir, Seyegan dan Moyudan. Lakon “Pethut Kalibening” dari Kecamatan Sleman, Tempel dan Mlati. Dan lakon “Kemladeyan Ngajak Sempal” dari Kecamatan Pakem, Turi dan Ngaglik. Masing-masing memperoleh uang pembinaan Rp 500 ribu.
Hadiah juga diberikan kepada Eko Asmoro sebagai pemeran utama putra terbaik yang memerankan sebagai Demang Piyaman dalam lakon “Babad Alas Nangka Doyong”. Ganes memenangkan pemeran utama terbaik putri. Ganes sebagai Sarwendah sebagai pemeran utama putri terbaik dalam lakon “Ampak-ampak Girigondo”. Serta pemeran pembantu putra terbaik oleh Wirokerti dalam lakon “Kemladeyan Ngajak Sempal”. Pemeran pembantu putri terbaik oleh Asiah yang memerankan Mbok Wongso dalam lakon “Pethut Kalibening”.
Sutradara terbaik oleh Sukoco S.W dalam lakon “Babad Alas Nangka Doyong”. Penata iringan terbaik oleh Agus Marwanto dalam lakon “Ken Warsi”.
Di samping pemberian hadiah untuk para pemenang festival kethoprak juga sekaligus diberikan hadiah kepada para penyaji terbaik dalam Festival Pesona Ragam Budaya. Penyaji terbaik pertama Kecamatan Ngemplak, terbaik kedua Kecamatan Prambanan, terbaik ketiga Kecamatan Mlati, terbaik keempat Kecamatan Turi, terbaik kelima Kecamatan Pakem dan penyaji favorit Kecamatan Gamping.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Wakil Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, M.Si mengungkapkan, “Festival Kesenian Sleman (FKS) sebagai bagian dari FKY merupakan ajang yang sangat strategis dalam upaya menumbuhkembangkan budaya lokal yang kaya nilai. Masyarakat akan lebih bangga terhadap budaya sendiri dari pada budaya manca yang justru dapat menggerus jati diri bangsa”. Diharapkan generasi muda dapat lebih mencintai budaya sendiri daripada budaya asing, karena internalisasi budaya lokal dapat menjadi benteng yang kokoh terhadap pengaruh negatif dampak globalisasi. (BJ22)
Belum ada Komentar






