4 Mar 2009 08:26 - Dwi Nugroho
Berebut Udhik-udhik, Mengharapkan Anugerah Keselamatan
KOTA JOGJA: Suasana Bangsal Ponconiti Keraton Jogjakarta sesak. Ratusan warga Jogja menunggu upacara sebar Udhik-udhik. Mereka rela berdesak-desakkan untuk bisa berebut Udhik-Udhik.Upacara Udhik-udhik adalah ritual menyebar uang logam, beras kuning dan kembang setaman. Upacara ini dilakukan sebelum prosesi Miyos Gongso sebagai tanda dimulainya Sekaten (perayaan Bulan Maulid untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW) digelar.
Menurut Kahono Pawoko (67 tahun), salah satu abdi dalem Keraton, Sebar Udhik-udhik pada Sekaten saat ini dilakukan oleh Gusti Prabu Kusuma dan Gusti Yudha Ningrat, yaitu adik dari Sri Sultan Hamengku Buwono X. Hal tersebut dikatakan Kahono Pawoko saat ditemui Berita JOgja setelah acara sebar Udhik-Udhik selesai di Bangsal Ponconiti Keraton, Senin (02/03/2009).
Masyarakat percaya, mendapatkan Udik-Udhik ini akan memperoleh berkah, keselamatan dan rejeki akan lancar.
Seperti yang dikatakan Sastro Diharjo (85 tahun), wanita asal Suryowijayan ini percaya, mendapatkan Udhik-Udhik merupakan perantara untuk memperoleh berkah, keselamatan, lancar rejeki dan cobaan dapat terlewati.
"Saya percaya, bahwa rejeki dan keselamatan itu diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, tetapi Udhik-Udhik ini adalah sebagai perantara," katanya.
Antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk mengikuti upacara sebar Udhik-Udhik. Mereka juga sangat semangat untuk berebut Udhik-Udhik. Kepercayaan masyarakat akan makna Sebar Udhik-Udhik ini yang mampu membuat antusias masyarakat mengikuti upacara ritual ini.
"Setiap tahun saya datang untuk mengikuti upacara Sebar Udhik-Udhik ini," ujar Titin Sukarni (50 tahun).
"Alhamdulillah saya beruntung bisa mendapatkan Rp 200 saat berebut Udhik-udhik," tambah Titin Sukarni dengan gembira.(BJ-35)
Komentar
Belum ada Komentar






