Wanagama Rally
Logo
Batu Asah Art Arena Penyegaran Pendidikan Seni
KOTA JOGJA : Sistem pendidikan seni rupa di Indonesia dianggap masih buruk. Hal itu diungkapkan  Ismu Ismoyo (27), salah satu pegita Batu Asah Art. Menurutnya sistem pendidikan seni rupa tidak memiliki garis yang pasti. Selain itu, tidak jelasnya lulusan pendidikan seni rupa yang akan dibawa kemana.

"Ketidakpuasan kami adalah rumusan pendidikan yang kurang, terutama untuk lulusan. Selain itu adanya kegelisahan mahasiswa seni rupa akan kurikulum dalam sistem pendidikan seni rupa sendiri yang dianggap tidak seimbang," ujar Ismu.

Karena ketidakpuasan itu Ismu dan kawan-kawannya membangun Batu Asah Art. Komunitas yang berdiri tahun 2004 itu merupakan suatu wadah bagi komunitas pecinta seni rupa di Yogjakarta. Komunitas ini dibentuk oleh beberapa mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Pembentukan Batu Asah Art, yang beralamat di Purbayan kotagede ini dimulai dari beberapa mahasiswa UNY yang tidak puas akan sistem pendidikan seni rupa di Perguruan Tinggi, khususnya di UNY.

"Harapanya Batu Asah Art ini dapat menjadi suatu wadah bagi mahasiswa dan seniman seni rupa di Yogjakarta," kata Ismu. Anggota dapat berbagi cerita dan tukar pengalaman untuk permasalahan apapun yang terkait dengan seni rupa serta untuk mengkritisi sistem pendidikan seni rupa di perguruan Tinggi saat ini.

"kami berharap, dengan adanya Batu Asah Art, adanya suatu wadah atau semacam forum untuk menampung permasalahan mahasiswa dan seniman, terutama tentang sistem pendidikan seni rupa," ungkap Ismu.

Saat ini, Batu Asah Art beranggotakan sekitar 30 seniman dan mahasiswa seni rupa yang berasal dari beberapa Perguruan Tinggi di Jogjakarta seperti UNY dan UST (Universitas Sarjanawiyata).

Kegiatan yang dilakukan Batu Asah Art antara lain menggelar pameran seni rupa untuk anggota setiap setengah tahun sekali dan pameran bersama setiap satu tahun sekali. "Selain pameran kami juga menggelar dialog serta pelatihan-pelatihan tentang seni rupa," ungkap Jonathan (27) yang juga anggota aktif Batu Asah Art.

Kendala untuk mengembangkan Batu Asah Art adalah kesulitan untuk mengumpulkan orang, karena pendidikan seni rupa sendiri tidak banyak yang tahu. Jumlah anggota Batu Asah Art tidak pasti karenaanggota keluar masuk. Saat ini anggota yang aktif di Batu Asah Art hanya tujuh orang.

Komunitas Batu Asah Art menganggap bahwa mereka adalah korban pendidikan senirupa. Sehingga ke depanya Batu Asah Art ingin membangun pendidikan seni, yaitu pendidikan formal dan non formal seni rupa.

"Saat ini kami juga kerjasama dengan HIMA (Himpunan Mahasiswa) seni rupa UNY untuk mengkritisi sistem pendidikan seni rupa agar memiliki garis kurikulum dan metode pendidikan yang jelas, khususnya di UNY," tambah Jonathan.(BJ-33)
andri pada 26 Jul 2009 00:29 :
ikatan emosi antara dosen dan mahasiswa dipererat lagi.Saling menghargai,menghormati,terbuka dan bijaksana dalam bersikap..dari situ bisa disusun bersama-langkah selanjutnya untuk memperbaiki-merumuskan sistem pendidikan seni rupa yang peka zaman dan benar2 kompeten..
Nama :
Email :
Website :
Komentar :
Kode Verifikasi
Masukkan kode Verifikasi :
files/banner_argentumbooks.jpg
files/logobc1.png
files/banner_khatulistiwa.jpg
files/beritabandoeng.jpg