Wanagama Rally
Logo
Sepi Order, Seniman Progo Seto Turun ke Jalan
KOTA JOGJA: Sekawanan seniman jalanan asal Temanggung, Jawa Tengah, ini memang nyeleneh. Mereka melakukan atraksi di perempatan jalan di Jogja, dan menjadikan aspal sebagai panggung aksinya.

Di tengah keramaian dan suara kendaraan bermotor, gamelan Jawa  mengiringi gerakan-gerakan mereka yang menghentak dan penuh tenaga. Mereka ini tergabung dalam kelompok "Progo Seto". Terik matahari yang menyengat tak mengendurkan niat mereka untuk berpentas, demi bisa bertahan hidup.

"Setiap hari saya selalu pentas di perempatan-perempatan besar di Jogja," Ujar Ramlan, ketua rombongan Progo Seto saat ditemui di Perempatan Ring Road timur (Jalan Jogja-Wonosari kilometer 6).

Seniman yang terdiri dari Ramlan (37 tahun), Ion (18 tahun), Ari Wibowo (18 tahun), Sareng (36 tahun) dan Mamad (23 tahun) ini selalu mementaskan tarian Jathilan untuk menarik perhatian pengguna jalan yang sedang berhenti. Mereka memanfaatkan lampu merah untuk pentas.

Dengan modal Rp 750 ribu, Progo seto membeli alat-alat yang digunakan seperti kostum, kuda lumping dan gamelan yang terdiri dari kendang dan bende. Kostum yang menarik dan tabuhan gamelan yang mampu menghentak itu, ternyata mampu membuat para pengguna jalan yang sedang berhenti karena lampu merah sangat menikmati.

"Saya senang melihat pentas ini, kreatif dan sekaligus dapat mengenalkan seni rakyat yang sudah jarang ditemu,i" ujar Sri Lestari (23tahun), salah satu pengguna jalan saat berhenti karena lampu merah.

Menurut Ramlan, sebenarnya ada alasan kenapa mereka mementaskan kesenian rakyat Jathilan untuk mengamen. Selain untuk mendapatkan penghasilan, kecintaanya terhadap seni tari jathilan membuat mereka ingin sekaligus melestarikan kembali kesenian yang sudah jarang ditemui.

Bagi Ramlan dan teman-temannya, mengamen sekaligus dapat mengenalkan kembali kesenian ini ternyata mendapat kepuasan tersendiri. "Setiap harinya, jika rame kami mendapat Rp 150 ribu, tetapi jika sepi paling hanya mendapat Rp 100 ribu," kata Ramlan.

Seniman-seniman Progo Seto ini harusnya mendapat perhatian lebih. Mereka terpaksa turun langsung ke jalan karena sepi order.(BJ-35)

Belum ada Komentar

Nama :
Email :
Website :
Komentar :
Kode Verifikasi
Masukkan kode Verifikasi :
files/banner_argentumbooks.jpg
files/logobc1.png
files/banner_khatulistiwa.jpg
files/beritabandoeng.jpg