Wanagama Rally
Logo
Sekaten Diharapkan Tingkatkan Pendapatan Daerah
KOTA JOGJA : Perayaan Sekaten tahun ini telah menginjak hari ke-4. Setiap elemen yang mengisi perayaan ini telah siap siaga. Termasuk pihak pemerintah propinsi DIY yang telah menjadikan Sekaten sebagai agenda pemerintah sejak tahun 1960-an.  Dengan mengusung tema “Dengan perayaan sekaten 2009, kita perkokoh semangat kebersamaan Wong Jogja, inspirasi bagi Wong Indonesia”, ragam agenda telah disusun.

Menurut Agus Subroto, bagian Humas dan Informasi Pemerintah Kota Yogyakarta, kegiatan Sekaten telah dimulai tanggal 30 Januari silam, dan akan ditutup pada puncak perayaan sekaten 9 Maret 2009 mendatang. Dalam kesempatan itu pula, Agus menerangkan dua bagian dari ritual yang sudah berlangsung sejak Keraton berdiri ini.

Perayaan Sekaten sebenarnya ada dua, yaitu Pasar malam, dari tanggal 30 Januari hingga 2 Maret 2009; dan Sekaten, saat gamelan telah dikeluarkan di Masjid Agung sejak tanggal 2 hingga 9 Maret 2009. Pasar malam yang berlangsung saat ini diisi oleh berbagai acara, yaitu panggung hiburan, wisata kuliner, dan tak lupa Anjungan tiap kabupaten. Anjungan tiap Kabupaten berusaha menampilkan potensi masing-masing daerah, semisal Pemerintah kota menonjolkan produk-produk kerajinannya, Pemerintah Sleman menampilkan produk pertanian yang khas, dan sebagainya.

Hal utama hajatan ini ialah sekaten. Asal kata dari “Syahadatein” yang diharapkan masih menjadi syiar agama Islam dan  budaya Yogya.  “Harapannya juga bisa menambah sumber pendapatan asli daerah Propinsi DIY,” ujar Agus.
 
Berdasarkan perhitungan kalender Jawa, perayaan Sekaten saat ini bertepatan dengan tahun 1942. Dalam filosofis Jawa disebut “Nembah Suci Neng Wiwarahing Narpati”, yang berarti orang atau rakyat yang sedang bersemedi di depan pintu gerbang.(BJ-33)

Belum ada Komentar

Nama :
Email :
Website :
Komentar :
Kode Verifikasi
Masukkan kode Verifikasi :
files/banner_argentumbooks.jpg
files/logobc1.png
files/banner_khatulistiwa.jpg
files/beritabandoeng.jpg