Wanagama Rally
Logo
Perubahan Tata Guna Lahan Penyebab Utama Longsor
BANTUL : Longsornya tanah kian hari makin banyak terjadi di negeri ini. Menurut Dosen Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Agus Setyo Muntohar, hal itu terjadi akibat perubahan tata guna lahan.

Faktor ekonomi biasanya membuat masyarakat mengubah tata guna lahan yang justru mengakibatkan bencana longsor. “Sebagai contoh, ada sebuah daerah yang merupakan lereng cemara. Daerah ini kemudian diganti dengan tanaman jagung oleh masyarakatnya dengan harapan akan menghasilkan uang lebih daripada harus menanam pohon cemara. Namun, jagung tidak cukup kuat dalam menyerap air sehingga yang terjadi justru longsor,” paparnya.

Agus menjelaskan pohon yang kuat menahan dan baik untuk meresap air adalah pohon yang akarnya menghujam ke bawah dan banyak. “Meskipun pohon beringin akarnya banyak, bukan berarti pohon tersebut baik untuk mencegah terjadinya longsor karena akarnya tidak menghujam ke bawah,” tambahnya.

Selain faktor utama tersebut, kemiringan lereng juga berpotensi menyebabkan terjadinya longsor. “Meskipun bukan faktor utama dan tidak sepenuhnya menimbulkan longsor, sebaiknya masyarakat tidak memanfaatkan lahan di bawah lereng yang berada pada kemiringan 40 derajat sebagai pemukiman," imbuh Agus. "Karena lereng tersebut berpotensi longsor.” (BJ-33)
Ar Yoes Boeton pada 22 Oct 2009 09:27 :
kira2 gmn carax untuk mngatasi terjadix tanah longsor... dan bagaimana mngatasi agar penduduk tdk membuat rumah di bwh lereng?.
makasih...
Nama :
Email :
Website :
Komentar :
Kode Verifikasi
Masukkan kode Verifikasi :
files/banner_argentumbooks.jpg
files/logobc1.png
files/banner_khatulistiwa.jpg
files/beritabandoeng.jpg