Wanagama Rally
Logo
Perjalanan Tjokrosuharto dalam Tiga Generasi
KOTA JOGJA : Toko, atau lebih tepatnya galeri seni dan budaya “Tjokrosuharto” telah berlangsung selama tiga generasi. Hal itu diungkapkan oleh Rifki, manajer sekaligus pewaris usaha galeri tersebut. “Usaha ini dirintis oleh Eyang sejak tahun 1930-an,” kenang Rifki sekaligus memulai percakapan.  

Awalnya, generasi pertama yang mendirikan ini bernama Suryadi dan berasal dari Kotagede. Keterampilan yang dimiliki Suryadi muda ialah kerajinan perak. Sedangkan sang istri adalah Maimah, seorang pengrajin batik yang berasal dari keluarga abdi dalem.

Keduanya lalu menikah dan memutuskan untuk merintis usaha kerajinan kecil-kecilan. Maka, mereka merencanakan membangun toko kerajinan sesuai dengan nama setelah menikah, yaitu “Tjokrosuharto”. Toko  ini dibangun di Jl. Panembahan 58 Yogyakarta oleh seorang arsitektur, Ir Subono. Usaha tersebut masih berjalan di tempat ini hingga sekarang.

Perjalanan toko ini mengalami pasang surut. Pada tahun 1960-1970-an, “Tjokrosuharto” mengalami perkembangan pesat dalam kerajinan batik dan perak. Permintaan konsumen dari wilayah dalam dan luar kota Yogyakarta  cukup tinggi kala itu. Lalu, berkembang ke kerajinan tanduk, wayang kulit, dan keris.

Sedangkan pada tahun 1970-an, kerajinan yang berasal dari kayu sedikit mengalami peningkatan. Hingga saat ini, usaha kecil-kecilan yang dirintis dari nol oleh keluarga Tjokrosuharto masih bisa berlanjut berkat regenerasi. Rifki, sebagai generasi ketiga Tjokrosuharto telah mengelola usaha ini sejak 1993.

“Usaha ini dijalankan karena amanat keluarga dan ingin melestarikan seni dan budaya Yogyakarta,” ungkap lelaki paruh baya yang kini berdomisili di Jalan Kaliurang bersama keluarganya. Saat ini, Rifki tengah mempersiapkan generasi keempat untuk mengelola usaha tersebut.(BJ-33)

Belum ada Komentar

Nama :
Email :
Website :
Komentar :
Kode Verifikasi
Masukkan kode Verifikasi :
files/banner_argentumbooks.jpg
files/logobc1.png
files/banner_khatulistiwa.jpg
files/beritabandoeng.jpg