Wanagama Rally
Logo
Meski Sepi, Museum Puro Pakualaman Tetap Bergiat
KOTA JOGJA : Sebagai salah satu tempat peninggalan sejarah, Museum Puro Pakualaman terkenal dengan corak khusus yang khas budaya dan pemerintahan Praja Pakualaman. Setelah berbenah diri pada tahun 1981, museum ini mulai melakukan perbaikan termasuk dalam hal pemeliharaan.

Hingga saat ini, koleksi museum terdiri dari benda-benda bersejarah berupa peralatan perang, upacar, alat masak, kereta-kereta yang pernah digunakan oleh penguasa Puro Paku Alaman. Tak ketinggalan naskah-naskah kuno yang ditata dalam tiga ruang pameran tetap.

Benda unik lainnya ialah replika patung Pakualaman V yang sedang mengetik. Patung tersebut merupakan hadiah dari pihak Belanda saat itu. Ada pula lukisan sajak dari seorang pujangga kerajaan yang menuliskan sejarah keturunan manusia sejak Nabi Adam. Berbagai macam kereta yang pernah dijadikan alat transportasi zaman kerajaan dahulu juga terawat dengan baik.

Hanya saja, kekayaan yang mengagumkan itu belum mampu menarik massa pengunjung. Seperti yang diungkapkan oleh Buchori, lelaki paruh baya yang telah bekerja di Puro Pakualaman selama setahun. “Saya juga heran kok Keraton lebih ramai pengunjung daripada disini. Padahal sama-sama peninggalan Budaya, bahkan Puro Pakualaman lebih kaya dengan hasil peninggalan raja-raja zaman dulu,” ungkapnya di ruang pameran sambil tersenyum.
 
Akan tetapi, Buchori juga menyadari kalau museum Puro Pakualaman perlu promosi yang lebih gencar. “Agar setiap orang dan generasi bisa menyaksikan peninggalan sejarah yang berharga. Museum ini dibuka setiap hari Selasa, Kamis, dan Minggu," imbuhnya.

Pak Buchori telah siap menyambut tamu pada pukul 8 pagi hingga 12 siang. Untuk memasuki museum ini, pengunjung hanya dimintai dana sukarela.(BJ-33)
setyaningsih pada 13 Feb 2010 12:11 :
betul, sekalipun sepi sehari harinya, tetapi kadang ada rombongan tamu yang datang ingin mengetahui sejarah Puro Pakualaman.Semoga diwaktu yang akan datang bilamana ada donatur akan lebih tertata lagi.
nur vitri apriyanto pada 16 Jun 2010 00:10 :
saya pernah prgi ke puro pakualaman..tp justru rasanya pengunjung kurang diperhatikan.ya gmn pak solusinya.harusnya pengunjung disambut dan dilayani dg baik kan pak...
Nama :
Email :
Website :
Komentar :
Kode Verifikasi
Masukkan kode Verifikasi :
files/banner_argentumbooks.jpg
files/logobc1.png
files/banner_khatulistiwa.jpg
files/beritabandoeng.jpg