KOTA JOGJA : Keberadaan menara siaran memang mutlak dalam setiap perayaan Sekaten. Fungsinya begitu penting dalam mengontrol berbagai kegiatan yang dilaksanakan. Menara siaran sengaja dibangun di tengah Alun-Alun dan dikelilingi oleh berbagai stan agar memudahkan tugas panitia.
Agus Subroto dari bagian Humas dan Informasi Pemerintah Kota Yogyakarta mengatakan menara siaran ini berfungsi sebagai mimbar agama setiap harinya. Syiar agama yang dilakukan setiap dua kali sehari ini memang menjadi agenda rutin Sekaten. "Hal ini mengingat asal usul penyelenggaran Sekaten yang merupakan hasil ciptaan Sunan Kalijaga untuk melakukan syiar agama Islam," kata Agus.
Fungsi kedua dari menara siaran ialah sarana informasi mengenai seluk beluk pasar malam dan sekaten. Bagi masyarakat yang ingin mengetahui agenda Sekaten bisa bertanya pada panitia di menara siaran. “Tapi sayangnya, brosur kegiatan sudah habis mbak,” keluh Agus Subroto saat dimintai agenda kegiatan.
Dia menuturkan ketika pembukaan brosurnya langsung habis. Meskipun saat malam pembukaan hujan deras, namun tak menyurutkan langkah masyarakat menghadirinya.
Dibangunnya menara siaran juga tak lepas dari fungsinya sebagai media promosi. Segala hal yang terkait dengan pameran Sekaten memang mau tak mau melewati corong informasi tersebut. Selain itu, para panitia harus siap siaga jika didatangi oleh kawan-kawan pers yang meminta keterangan tentang Sekaten.
Hal lain yang dilayani oleh menara siaran adalah berita panggilan jika sanak saudara hilang di kerumunan massa. “Kejadian ini selalu terjadi, karena itu kami selalu siap sedia dengan pengeras suara,” ujar Agus yang ditemani anaknya saat bertugas.
Untuk meningkatkan kewaspadaan. menara siaran juga bekerja sama dengan pihak kesehatan dan kepolisian. Ketiganya berada dalam satu gedung agar bisa berkoordinasi.(BJ-33)
Belum ada Komentar






