4 Feb 2009 15:26 - Exwan Novianto
Ketela di Pasar Karangkajen kian Surut
KOTA JOGJA : Pasar Karangkajen identik dengan pasar ketela. Namun hal itu tidak lagi dapat dijumpai. Sekarang Warga Yogyakarta tidak dapat lagi menyebut "pasar telo".Dulu, Pasar Karangkajen merupakan tempat kegiatan jual beli aneka ketela. Pasar Karangkajen sangat ramai sebelum tahun 90-an.
Deretan kios Pasar Karangkajen berubah, bukan lagi kios ketela. Hanya empat kios yang masih bertahan.
Salah satunya kios ketela milik Indra. Dia masih tekun menjual umbi rambat dan ketela pohon. Profesi ini merupakan warisan orang tuanya.
Menurutnya, masalah penerus profesi ini menjadi kendala. "Tidak semua anak dari para penjual ketela di sini, bersedia menjadi penerus," katanya.
Hal itu menyebabkan kios-kios di deretan pasar kini berubah, seperti warung makan dan warung kelontong. "Kios-kios ini banyak yang disewakan ke orang lain," imbuhnya. (BJ-33)
Komentar
muria
pada 21 Feb 2009 22:32 :
mungkin harganya terlalau murah,mending tanam pohon lain yg lebih mempunyai nilai jual yg lebih.

sono
pada 11 Apr 2009 12:29 :
pertahankan terus keberadaannya supaya tetap eksis sampai pembangunan tetap berkembang disekitarnya

Rahmat Miftahul Habib
pada 5 Feb 2010 13:21 :
Setuju, keberadaannya harus tetap dipertahankan!
Karena Pasar Telo itu adalah salah satu ciri khas dari Karangkajen. Sudah terkenal sejak jaman dulu.
Saya berharap Pemkot perlu memperhatikan hal ini.
Karena Pasar Telo itu adalah salah satu ciri khas dari Karangkajen. Sudah terkenal sejak jaman dulu.
Saya berharap Pemkot perlu memperhatikan hal ini.

chrys JCerz muhammad
pada 25 Mar 2010 07:02 :
pasar telo karang kajen, tak selayaknya kau di tinggalkan dan dilupakan. jutaan cerita tlah kau ukir di hati dan pendahulu kami. akankah kau jadi bagian cerita anak cucu kami......







