9 Feb 2009 09:15 - Dwi Nugroho
Harga Minyak Turun, Sembako Tetap Mahal
SLEMAN : Turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) yang sudah berlangsung beberapa pekan, ternyata tak pengaruhi turunnya harga kebutuhan pokok. Bahkan harga beberapa kebutuhan pokok malah naik. "Sudah 3 hari terakhir ini harga kebutuhan pokok terus naik. Padahal saya berharap turunya harga BBM bisa membuat harga-harga turun biar penjualan juga meningkat," ujar Ibu Suwartini, salah satu pedagang di Pasar Colombo Sleman yang ditemui (9/2/2009).
Kenaikan harga memang sangat mempengaruhi daya beli masyarakat. Pedagang maupun masyarakat sangat berharap agar harga kebutuhan pokok tetap stabil bahkan turun. Apalagi saat harga BBM sudah turun seperti saat ini.
"Jika harga naik seperti sekarang ini, penjualan sepi. Walaupun memang penurunannya tidak banyak. Tetapi penghasilan jadi menurun," ujar Ibu Suwartini.
Untuk harga ayam potong yang biasanya Rp20 ribu per kilo saat ini menjadi Rp21 rubu. Sedang untuk beras rata-rata naik Rp100 untuk setiap kilo. Gula pasir naik dari harga Rp6.200 menjadi Rp6.800 per kilo. Dan harga yang paling tidak stabil adalah bawang merah besar, bisa mencapai Rp10 ribu untuk satu kilo.
"Kenaikan harga-harga kebutuhan pokok ini karena beberapa hal. Seperti terganggunya distribusi yang menyebabkan barang menjadi tidak banyak padahal," tambah Ibu Suwartini.(BJ-33)
Komentar
muria
pada 21 Feb 2009 22:46 :
itulah kalau semua sudah di politisir apapun akan menjadi sulit dan mahal.jaman ini sudah didominasi oleh partai,semua partai berjanji menurunkan harga,padahal mereka juga yg membuat ulah, namun mereka melakukannya dng cara halus,sehingga ga adayg merasa curiga,karena mereka bisa berdalih dgn 1001 cara,entah alam yg disalahkan,penimbunlah memonopoli,dan banyak lagi alasan mereka,agar partainya dipilih masyarakat.itulah politik mereka menghalalkan segala cara untuk menang,apakah selamanya politik itu kejam...kata iwan fals. maka kitalah sebagai rakyat yg disengsarakan,







