4 Feb 2009 05:37 - Sigit Pramono
Bupati Bantul : Kearifan Lokal Perlu Diperhatikan dalam Kebijakan
SLEMAN : Idham Samawi, Bupati Bantul mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang kalah bersaing. Padahal, menurutnya Indonesia adalah negara besar yang pernah mewarnai peradaban dunia.Menurut Idham, hal ini disebabkan oleh kesalahan bangsa Indonesia dalam menentukan ukuran-ukuran keberhasilannya. "Yang pertama, duit, kedua, rupiah, dan ketiga, uang," ungkapnya pada Lokakarya Identifikasi dan Perumusan Local Genius UII di Wisma Djoglo, Selasa (3/2).
Materi dan pertumbuhan ekonomi, lanjut Idham, seringkali menjadi tolok ukur. Kita lupa menggunakan ukuran perkembangan sumberdaya manusia.
Bagi alumni Fakultas Ekonomi UII ini, kesalahan yang kedua adalah kebijakan yang terlalu sentralistik. "Apakah padi yang dihasilkan di Sukamandi, pasti cocok untuk daerah Papua?" tanya Idham secara retoris.
Oleh karena itu, kearifan lokal perlu diperhatikan. "Saat ini, Bantul sudah mempunyai tiga varietas padi hasil penelitian di Bantul," lanjutnya. Yang mengetahui persis masalah di daerah adalah orang daerah.
Penetapan harga jual gabah harus diserahkan ke daerah, yang jelas-jelas mengetahui konteks lokal. Hal ini telah terbuka ketika kebijakan otonomi daerah diterapkan.(BJ-33)
Komentar
Belum ada Komentar






