Wanagama Rally
Logo
Warga Desa Wukirsari Swadaya Mengelola Air Bersih
BANTUL : Masyarakat Desa Wukirsari Kecamatan Imogiri mengelola sumber air bersih secara swadaya. Air bersih tersebut berasal dari sumur sedalam 120 meter dengan debit air 15 liter per detik. Sumur berada di areal persawahan Dusun Pucung. Di tempat itu telah dibangun instalasi air bersih atas bantuan pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat. Tentunya juga peran serta masyarakat Desa Wukirsari.

"Pemakai air bersih ini sudah 365 kepala keluarga. Mereka membayar iuran wajib Rp 5 ribu. Untuk pemakaian air dihitung per meter kubik dengan biaya Rp 2.700" kata Suryono, ketua pengelola air bersih (PAB). Saluran air bersih tersebut dapat mengalir ke 7 dusun.

Untuk instalasi baru,  calon pelanggan dikenai biaya Rp 530 ribu. Biaya tersebut dipakai untuk pembelian pipa, meteran, dan tenaga pemasangan.

"Kami sedang memperbaiki pipa menuju bukit di sana" ujar Suryono sambil menunjukkan tangan ke arah bukit. Penampungan air diletakkan di bukit setinggi 196 meter dari permukaan air laut. Sedangkan, letak sumur berada di ketinggian 84 meter dari permukaan air laut. Dengan perbedaan tinggi itu, air dapat mengalir ke rumah-rumah penduduk yang berada di daerah perbukitan.

Perbaikan pipa  saluran terus dilakukan karena sebagian pipa terbuat dari plastik. Pipa tersebut sering pecah akibat tekanan air yang cukup besar dari penampungan air. "Kami belum mampu mengganti seluruh pipa plastik dengan pipa besi", kata Suryono.

Untuk memperkuat komunikasi antar PAB, saat ini sedang dibangun jaringan di tingkat kabupaten. "Jaringan ini telah diikuti oleh 136 PAB", tambah Suryono, yang juga ketua jaringan PAB Kabupaten Bantul.

Dengan adanya PAB Pucung, warga Wukirsari dan sekitarnya dapat mengkonsumsi air bersih. Air bersih itu telah bebas dari larutan kapur yang memang selama ini dirasakan oleh warga. (BJ-33)
 
Ratna pada 21 Jan 2009 21:09 :
Harusnya PDAM belajar dari pengelolaan swadaya ini. Murah, efisien dan sehat..
yanto pada 31 May 2009 11:18 :
pyeeee....PAB ki???dalan ngarep omah ku gek dandani..nek swe-swe rep tak urukkk..
rohman pada 31 Jan 2010 22:15 :
menurut saya, beban 5 ribu per bulan dan 2.700 per kubik itu cukup mahal, apalagi air nya gak selalu mengalir tiap hari.
arsyiyah pada 3 May 2010 16:03 :
tolong saya... alamat e-mail tentang pengelolaan air kotor melalui penyaringan kok ga ada ya ? saya mau tau tentang penyaringan tsb...
rohman pada 11 May 2010 22:01 :
PAB tarifnya mahaaaal.. masa' per kubik Rp.2700+biaya pokok bulanan Rp.5000
Nama :
Email :
Website :
Komentar :
Kode Verifikasi
Masukkan kode Verifikasi :
files/banner_argentumbooks.jpg
files/logobc1.png
files/banner_khatulistiwa.jpg
files/beritabandoeng.jpg