Wanagama Rally
Logo
Situs reformasi cum kulakan ponsel Jogja
JIKA KITA hendak mencari telepon seluler (ponsel) dan pernak-perniknya, Jl Moses Gatot Kaca masuk daftar kunjungan. Sebelum 20 Mei 1998, jalan ini bernama Kolombo. Namun, setelah peristiwa demonstrasi menuntut turunnya Soeharto, nama jalan ini berganti nama jadi Moses Gatot Kaca.

Pergantian nama tersebut dimaksudkan untuk mengenang seorang mahasiswa, korban kekerasan pada tragedi tersebut. Dialah Moses Gatot Kaca, seorang mahasiswa Sanata Dharma Yogyakarta yang turut melakukan aksi demonstrasi tahun 1998. Dalam aksi tersebut, dia menjadi korban dan harus menghembuskan nafas terakhirnya. Meskipun sempat dibawa ke RS Panti Rapih. Mahasiswa asal Banjarmasin tersebut tak bisa bertahan. Di tengah perjalanan ke rumah sakit, Ia menghadap Illahi. Untuk mengenang keberaniannya, maka sejak itulah Jalan Kolombo berganti nama menjadi Moses Gatot Kaca.

Salahsatu bisnis alat komunikasi terlaris abad ini adalah ponsel. Hampir semua orang menggunakan ponsel agar bisa berkomunikasi dengan sesamanya. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh para pebisnis untuk membuka peluang usaha dengan gencar, termasuk di Yogyakarta. Di berbagai sudut kota telah bermunculan ruko-ruko, mall, atau pusat perbelanjaan yang menjajakan beragam merek ponsel terkini dengan segala keunggulannya.

Dan di Jalan Moses Gatot Kaca yang merupakan situs reformasi di Jogja itu telah berdiri pilihan penjaja ponsel. Tak hanya jadi pusat kulakan ponsel, ruko-ruko makanan, atau penyewaan VCD maupun DVD pun tersedia.

Di tempat ini, telah berkembang bisnis ponsel yang hampir tiap bulan, bahkan mingguan mengalami perubahan. Dari fasilitas teknologi yang disediakan, hingga kecanggihan komunikasi yang menggoda hati para pembeli untuk memilikinya.

Dilihat dari luas lokasinya, kawasan ini terbilang sangat mungil. Akan tetapi, ruko-ruko yang padat telah mampu menyediakan pilihan begitu banyak kepada pelanggannya. Apabila berkunjung ke daerah ini, suasananya hampir sama dengan wilayah lainnya yang menyediakan layanan sama.

Yanto, seorang juru parkir di kawasan Moses Gatot Kaca, mengatakan perkembangan daerah ini sangat pesat. “Saya melihat perkembangan pesat dalam bisnis ponsel,” ujarnya.

Yanto yang telah bekerja selama 3 tahun lokasi tersebut tahu benar perkembangan bisnis ponsel di daerah itu. "Dulu hanya bermula dari beberapa toko saja. Tapi sekarang sudah terkenal sebagai pusat ponsel jogja," kenangnya.

Jalan yang berada diantara Universitas Sanata Dharma dan Hotel Jogjakarta Plaza ini cukup ramai didatangi pengunjung dengan alasan lebih banyak pilihan.

Sebuah situs telah dibangun disana dengan dua wajah. Simbol telah terjadinya sejarah kelam, dan pertanda bahwa kehidupan harus tetap berjalan dengan adanya mata pencaharian disana.(BJ-33)

handoko pada 31 May 2009 12:36 :
seklian ,gantikan namaku ya!mana sejarah?,,,,,,,emang kemajuan jogja ganti nama ngetrend yooooooooo4
Nama :
Email :
Website :
Komentar :
Kode Verifikasi
Masukkan kode Verifikasi :
files/banner_argentumbooks.jpg
files/logobc1.png
files/banner_khatulistiwa.jpg
files/beritabandoeng.jpg