24 Jan 2009 17:32 - Nurhikmah
Perpustakaan Daerah di Malioboro Kini Lebih Nyaman
KOTA JOGJA : Salah satu sebutan yang tersohor dari Yogyakarta adalah kota pendidikan. Untuk menunjang kegiatan dalam bidang akademis, maka Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah membangun Perpustakaan propinsi dengan 4 cabang. Salah satunya terletak di kawasan Malioboro. Meskipun bangunannya tak terlalu luas, Perpustakaan daerah (Perpusda) telah bertahan selama kurang lebih 60 tahun. Bahkan, sejak 2007 Perpusda telah mengalami perbaikan luar biasa. Renovasi ini dilakukan karena bangunan perpustakaan yang tak layak untuk belajar. Kondisi ini diperparah dengan gempa tahun 2006 lalu yang merusak beberapa bagian perpustakaan. Sejak saat itu, perpustakaan tak beroperasi dan sementara dipindahkan ke gedung lainnya di Jl. Tentara Rakyat Mataram.
Pada Maret tahun lalu, bangunan perpustakaan yang berlokasi di Jl. Malioboro No 175 ini selesai dipugar. Bangunan tersebut sudah berubah total. Ruangannya sudah terlihat lebih nyaman, full AC, dan koleksi yang memadai pula. Hanya saja, perlu diakui jika koleksi di perpustakaan ini didominasi oleh majalah dan koran harian, serta akses internet. Sedangkan koleksi buku-buku lebih lengkap tersedia di perpustakaan wilayah Badran.
“Dengan perubahan ini, harapannya pengunjung lebih banyak berdatangan”, harap Pak Kukuh, petugas perpustakaan.
Pak Kukuh yang telah bekerja sejak tahun 1990 ini juga berharap agar fasilitas perpustakaan bisa bertambah, semisal dari segi pelayanan, ruangan, dan koleksinya. Dari segi akses, setiap orang pun bebas mengunjungi perpustakaan yang buka mulai pukul 8 pagi ini.
Bahkan, pihak perpustakaan membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak dalam hal pemakaian ruangan. Dengan berbagai kemudahan ini, harapannya perpustakaan daerah ini menjadi pilihan utama masyarakat DIY dalam mengakses informasi.(BJ-33)
Komentar
ratih
pada 25 Jan 2009 08:18 :
Sepertinya tempatnya makin enak...
Ada wifinya gak?
Ada wifinya gak?

fuad
pada 26 Jan 2009 15:47 :
Jadi nostalgia. Waktu SMA dulu, tahun 80-an, saya juga sering ngluyur kesitu. Syukurlah kalau makin sip.

dijan
pada 26 Jan 2009 19:23 :
Wah boleh dong Jogja. Makin mantaps aja..

Hen
pada 27 Oct 2009 10:43 :
ada tapi sering gak konek, direstar aja mas







