16 Jan 2009 19:55 - Exwan Novianto
Pasar Klithikan Pakuncen Lebih Nyaman
KOTA JOGJA : Pasar barang bekas identik dengan pasar yang kumuh atau dijajakan di pinggir jalan dengan menggelar tikar. Pada malam hari, penjual menyalakan lampu minyak untuk menerangi barang dagangannya.Orang Jogja menyebutnya pasar senthir karena diterangi dengan lampu senthir. Sebagian lagi orang menyebutnya pasar klithikan atau pasar barang bekas.
Lain dulu lain sekarang, ungkapan yang tepat untuk ilustrasi tersebut. Sekarang Yogyakarta sudah memiliki pasar khusus yang menjual barang bekas atau klithikan. Pasar Klithikan ini menjual barang bekas yang masih bisa dipakai. Dari mulai handphone, onderdil sepeda motor, elektonik, sampai pakaian bekas dijual di pasar ini.
Pasar Klithikan Pakuncen terletak di Jalan HOS Cokroaminoto Nomor 34 Yogyakarta. "Pasar ini dibuka jam tujuh pagi sampai jam sepuluh malam. Biasanya pembeli mulai berjubel setelah jam tujuh malam," kata Eko, pedagang onderdil sepeda motor.
Tiga lantai bangunan ini sudah dipenuhi oleh pedagang yang dulu berjualan di Jalan Mangkubumi dan Pasar Kranggan."Kami lebih nyaman di sini. Dulu, sebelum di sini, ketika hujan Kami tidak dapat berjualan," ujar Tanto, pedagang elektonik bekas.
Pendapatan pedagang pun meningkat karena dapat lebih lama menjajakan barang. Di pasar ini, pembeli memiliki banyak pilihan. Pasar Klitihikan Pakuncen, pasar tradisional yang bergaya modern.(BJ-33)
Komentar
Imam Badrus Syamsi
pada 25 Mar 2010 10:57 :
Asyik juga pasar ini, bisa melengkapi spot di blog saya, termasuk foto-fotonya.


Imam Badrus Syamsi
pada 25 Mar 2010 10:59 :
Artikel ini bisa melengkapi posting di blog saya, termasuk foto-fotonya. Terima kasih.







