Wanagama Rally
Logo
Merayakan Keberagaman dalam Seni Rupa
KOTA JOGJA : Merayakan tahun baru, itu biasa. Merayakan tahun baru secara berbeda, ternyata tidak biasa! Kira-kira itulah penjelasan yang ingin diungkapkan para seniman yang berkarya pada malam tahun baru di Taman Budaya Yogyakarta (TBY).

Pameran tersebut berawal dari gagasan sekumpulan seniman. Saat-saat menjelang pergantian tahun baru dari sore sampai lewat tengah malam, mereka melukis dengan cara masing-masing.

Para seniman ini mengaku menemukan “demokrasi” yang senyatanya. Betapa tidak? Ketika berkolaborasi, muncul sikap menghargai goresan yang telah dikerjakan oleh seniman lain dan atau bagaimana “mengindahkan”nya menjadi proses demokrasi yang menarik.

Hasil karya kelompok seniman tersebut kemudian dipamerkan pada pameran seni rupa bertajuk “Seniku Tak Berhenti Lama”. Pameran ini berlangsung di TBY juga pada tanggal 24-29 Januari 2009. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Taman Budaya Yogyakarta, Dyan Anggraeni.

Tajuk “Seniku Tak Berhenti Lama” diambil dari syair lagu anak-anak (Naik Kereta Api), kemudian pernah dipakai Djoko Pekik untuk satu judul lukisannya. Pameran ini juga berarti mengajak komunitas-komunitas seni untuk meninggalkan momen yang pernah ada sebelumya, dan menatap masa depan.

“Bisa juga berarti potret wajah masyarakat Indonesia yang digerakkan oleh komunitas-komunitas budaya,” ungkap seorang seniman Yogya.(BJ-33)

Belum ada Komentar

Nama :
Email :
Website :
Komentar :
Kode Verifikasi
Masukkan kode Verifikasi :
files/banner_argentumbooks.jpg
files/logobc1.png
files/banner_khatulistiwa.jpg
files/beritabandoeng.jpg