27 Jan 2009 18:58 - Exwan Novianto
Klathak, Sate Bantul Dipanggang dengan Jeruji Besi
BANTUL : Satu lagi makanan khas Yogyakarta, Sate Klathak. Makanan ini dapat ditemui di Jalan Imogiri Timur Bantul, arah selatan Terminal Giwangan. Di sepanjang jalan itu dapat ditemui banyak warung sate. Menu andalannya sama, sate klathak. Sate ini cukup unik. Gagang sate dari jeruji sepeda. Bumbunya cukup dengan air garam.
Menurut sabari, penjual sate klathak, memakai jeruji besi dimaksudkan agar sate cepat matang. Selain itu bumbu garam dapat cepat meresap ke dalam. Satu porsi sate komplit, nasi dan teh hangat cukup Rp 12 ribu.
Meskipun cukup dengan air garam, sate klathak pasti membuat ketagihan. Setelah dibakar beberapa saat dan matang, sate klatak disajikan di atas piring masih dengan ditusuk besi jeruji sepeda. Satu porsi sate klatak berisi dua tusuk irisan daging yang cukup besar dan tebal. Meskipun irisan daging cukup besar dan tebal, tetapi rasanya empuk.
"Ketika daging kambing yang ditusuk besi jeruji dibakar selalu menimbulkan suara yang terdengar 'klatak, klatak, klatak'," kata Sabari terkait asal-usul nama sate itu. (BJ-33)
Komentar
Yanto
pada 28 Jan 2009 07:25 :
Klathak memang makyuss...

Mirna
pada 28 Jan 2009 07:35 :
Kangen sate klathak.....
Di jakarta ada yang jualan tidak ya?
Di jakarta ada yang jualan tidak ya?

joe
pada 30 Jan 2009 20:55 :
yang di dalam pasar wonokromo masih ada ndak ya???
paling TOP BGT tuh....
paling TOP BGT tuh....







