Wanagama Rally
Logo
Cuci Motor Selokan, Cepat dan Murah

SALAH SATU pembangunan fisik peninggalan Belanda yang terkenal di Yogyakarta adalah Selokan Mataram. Selokan dengan debet air cukup besar ini mengalir dari ujung daerah Magelang hingga Klaten, Jawa Tengah. Hal ini terus berlangsung hingga sekarang. Bahkan, di daerah Yogyakarta, Selokan ini dimanfaatkan untuk berbagai hal.

Bagi sebagian orang, terutama pendatang yang bermukim di Yogyakarta, selokan menjadi salah satu alternatif wisata yang ramah lingkungan. Pada sore hari menjelang senja, akan mudah kita dapati segelintir orang “mangkal” di pinggir selokan untuk sekadar menatap air yang berada dibawahnya. Keriuhan suasana Selokan di beberapa titik semakin bertambah tatkala dunia bisnis menghinggapinya.

Hingga saat ini, di sepanjang selokan telah bermunculan beragam bisnis dari makanan, rental, fotokopi, hingga pencucian motor. Bisnis yang disebut terakhir semakin menjamur dewasa ini. Hal ini tentu saja didukung oleh kenyataan bahwa motor menjadi transportasi favorit penghuni Yogya. Tak dapat dipastikan kapan bisnis tersebut mulai muncul. Hanya saja, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, bisnis cuci motor telah memenuhi ruang publik di sepanjang selokan.

Pada umumnya, pelanggan utama cuci motor ini adalah mahasiswa. Mereka kerap menggunakan layanan cuci motor tersebut karena alasan efisiensi waktu dan tidak merogoh kocek yang besar.

Esti, Mahasiswa UNY mengakatakan sering membersihkan motornya di selokan karena harganya terjangkau. “Saya sudah tiga kali mencuci motor di daerah Selokan, dan hasilnya memuaskan,” kata mahasiswa asal Temanggung ini.

Dengan harga yang murah dan hasil terbaik, maka tak heran jika orang lebih memilih untuk menggunakan jasa cuci motor. Apalagi di musim hujan, pebisnis cuci motor panen raya karena orang cenderung enggan untuk membersihkan sendiri motornya.

Sayangnya, bisnis cuci motor ini menjadi dilema di masyarakat. Sumber air yang digunakan untuk mencuci motor berasal dari Selokan Mataram. Hasil dari cucian tersebut juga mengalir kembali ke selokan. Hal ini cenderung berdampak negatif bagi kebersihan motor pelanggan yang kerap mencuci di tempat tersebut. Yang paling penting, air Selokan menjadi tercemar. Suatu paradoks yang perlu dicermati.***
djoe pada 7 Apr 2009 11:17 :
memang bisnis cuci motor sangat menggiurkan, bisnis yang mdalnya dikit untungnya banyak.
Boleh kok gan pake alat ini :

WWW.hidrolikmotor.blogspot.com
Nama :
Email :
Website :
Komentar :
Kode Verifikasi
Masukkan kode Verifikasi :
files/banner_argentumbooks.jpg
files/logobc1.png
files/banner_khatulistiwa.jpg
files/beritabandoeng.jpg