Wanagama Rally
Logo
75 Persen Air di Pabrik Air Minum Kemasan Dibuang
SLEMAN : Eko Sugiharto, Kepala Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) UGM mendesak pabrik air minum dalam kemasan untuk memanfaatkan sisa air bersih hasil pengeborannya. Menurutnya, kebanyakan hanya 25 persen air bersih hasil pengeboran yang dimanfaatkan dan dijual ke masyarakat. Sementara, 75 persen sisanya tidak dimanfaatkan sama sekali.

“Sangat disayangkan, jika 75 persen air bersih hasil pengeboran pabrik air minum dalam kemasan dibuang percuma. Padahal sisa air ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar areal pabrik,” kata Eko.

Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan PSLH UGM, kebanyakan pabrik air minum hanya memanfaatkan 25 persen air bersih hasil pengeboran dikarena untuk memenuhi jumlah kebutuhan pasar. Pabrik air minum juga enggan memanfaatkan sisa air bersih hasil pengeboran untuk menekan biaya penyimpanan air.

“Mereka kebanyakan tidak ingin produksi air bersih melebihi kebutuhan pasar. Apalagi menyimpan sisa air ini butuh biaya besar,” katanya.

Disebutkan Eko, beberapa lokasi pabrik air minum seperti di daerah Delangu, Klaten, Jawa Tengah dan daerah Sukabumi, Jawa Barat, kebanyakan pabrik air minum membuang sisa air pengeboran ke sungai. Padahal, menurut pertimbangan Eko, agar air sisa hasil pengeboran tidak terbuang percuma maka sebaiknya pabrik air minum menyalurkannya masyarakat dengan membangun pipa-pipa untuk disalurkan ke bak penampungan.(BJ-33)
Dani pada 28 Jan 2009 07:24 :
Badan pemerintah yang mengawasi industri air minum kemasan ini kemana saja ya?

Sudah menggunakan kemasan plastik yang tidak ramah lingkungan, membuang air pula. Stop minum air dalam kemasan!
Riris pada 28 Jan 2009 08:44 :
Perlu tindakan tegas nih..
Sebut nama aja Pak perusahaan apa dan merek produknya apa yang berperilaku biadab untuk lingkungan itu..
Nama :
Email :
Website :
Komentar :
Kode Verifikasi
Masukkan kode Verifikasi :
files/banner_argentumbooks.jpg
files/logobc1.png
files/banner_khatulistiwa.jpg
files/beritabandoeng.jpg