Wanagama Rally
Logo
Bantul Ubah Sampah Pasar Jadi Pupuk
BANTUL : Pembuatan pupuk dari sampah-sampah organik mampu mengatasi masalah sampah dan membantu pertanian. Sri Sultan Hamengku Buwana X, Gubernur D.I. Yogyakarta mengatakan meski kompos mengandung unsur hara dan nutrisi lebih sedikit namun bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan permeabilitas tanah dan dapat mengurangi ketergantungan pada pemakaian pupuk pabrik.

Hal itu disampaikannya di depan pimpinan proyek dari 29 kabupaten kota di Indonesia pada acara Konvensi Nasional Pupuk Organik Kualitas Tinggi Berbahan Baku Sampah, di Pendopo Parasamya Kabupaten Bantul, beberapa waktu lalu.

“Penggunaan pupuk cair organik juga lebih baik lagi karena bisa menekan bakteri pathogen di dalam kompos. Selain mahal, pupuk an-organik juga dikhawatirkan menambah tingkat polusi tanah," imbuh sultan.

Prakarsa dan kerjasama antara Yayasan Danamon Peduli dengan Pemerintah Kabupaten Bantul dalam mengembangkan pengolahan sampah menjadi kompos mendapat apresiasi dari Gubernur D.I. Yogyakarta. Ia berharap kerjasama tersebut dapat menginspirasi kegiatan yang sama di daerah lain.

"Kerjasama yang dilakukan sebaiknya perlu juga diikuti dengan gerakan edukatif bagi para petani, agar mereka mau back to nature dengan mengembangkan pertanian organik yang lebih menjamin kesehatan bagi konsumen. Lebih dari itu setiap rumah tangga juga akan dapat mengatasi masalah sampah domestiknya sendiri," paparnya.

Terkait dengan topik konvensi pertanian organik untuk menciptakan ketahanan pangan nasional ini  Gubernur berharap, ada gunanya untuk sejenak merefleksi perjalanan kebijakan pertanian sebelum tahun 1970- an dimana petani bebas bertanam apa saja dan boleh dibilang panen mereka tidak pernah gagal.

“Kalaupun ada gangguan pada sawah paling hanya berupa hama tikus,” imbuhnya.

Risa Bhinekawati, Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli mengatakan sejak proyek percontohan konversi sampah pasar menjadi pupuk organik diresmikan awal 2008,  Pemerintah Kabupaten Bantul dan sragen telah menunjukan komitmen yang luar biasa dalam memanfaatkan program ini unutk kemakmuran rakyat.

"Setiap harinya, unit pasar Bantul dan pasar Bunder Sragen masing-masing bisa mengolah sampah sebesar 2,5 ton menjadi 1 ton pupuk organik," kata Risa.

Ia juga mengatakan salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasikan pengembangan program di tintgkat nasional adalah proses pembelajaran dan berbagi pengalaman antar pemerintah daerah. Untuk itu  yayasan danamon peduli dan pemerintah Kabupaten Bantul memfasilitasi pertemuan para pimpinan proyek dari 29 kabupaten kota di Indonesia.

"Kesinambungan program ini dapat terwujud apabila dapat menunjukan seberapa besar nilai tambah pupuk berkualitas tinggi yang didapatkan oleh pengguna. Seberapa besar efisien produksi dan seberapa besar dukungan serta komitmen pimpinan daerah  dan juga proses pembelajaran yang berkelanjutan,' imbuh Risa. (BJ-33)

Belum ada Komentar

Nama :
Email :
Website :
Komentar :
Kode Verifikasi
Masukkan kode Verifikasi :
files/banner_argentumbooks.jpg
files/logobc1.png
files/banner_khatulistiwa.jpg
files/beritabandoeng.jpg