Ulang Tahun 17 Tahun Dagadu Gelar Pasar Marem

KOTA JOGJA_Bertempat di Gerai UGD Pakuningratan, sabtu (08/01) mulai pukul 20.00-24.00 WIB Dagadu gelar acara bertema “Pasar Marem”. Acara ini merupakan acara ulang tahun ke-17 tahun Dagadu.

Menurut Junno Mahesa, Marketing Communication Officer Dagadu, saat ditemui di Gerai Dagadu UGD Pakuningratan (08/01) mengungkapkan, Pasar Marem ini dikemas dalam suasana dan nuansa pasar rakyat.

“Pasar ini mencoba memberikan kemareman atau kepuasan kepada semua kerabat dagadu DJokja yang mampir menyambangi. Acara yang ditawarkan mulai dari layar tancep, permainan khas pasar malam, kereta kelinci yang mengelilingi pakuningratan”. ungkap Junno.

“Selain itu tersedia juga makanan khas tradisional seperti Nasi gurih, bakmi Godog, Wedang Ronde, sate dan Angkringan yang cukup khas bagi Jogjakarta.” tambahnya.

Pada acara ini, Gerai UGD Dagadu Djokja pakuningratan buka sampai pukul 23.45 WIB. Selain itu bagi pengunjung juga diberikan diskon besar-besaran yang semakin malam semakin besar.

Rangkaian puncak acara sendiri diawali dengan pengumuman rangkaian lomba internal karyawan Dagadu Djokja yang sudah berlangsung beberapa waktu yang lalu. Kemudian dilanjutkan dengan acara pengumuman karyawan teladan 2010, doa potong tumpeng dan diakhiri dengan pesta konveti. (DN)(Foto : Dagadu)

Posted in Peristiwa by Redaksi on January 9th, 2011 No Comments »

Pagelaran Wayang Kulit Akan Hibur Warga Merapi Dengan Lakon “Semar Bangun Kayangan”

SLEMAN_Dua dalang kondang yaitu Ki Wisnu Hadi Sugito dan Ki Gandung Jatmika akan mementaskan Wayang Kulit dengan lakon “Semar bangun Kayangan”. Acara akan digelar, Kamis (06/01) di Balai Desa Wukirsari, cangkringan Sleman.

Menurut Drs. Bambang Purnomo, Ketua paguyuban Pedalangan Indonesia (Pepadi) cabang Sleman, di Dinas kebudayaan dan pariwisata Sleman (03/01), pementasan wayang Kulit ini diharapkan mampu memberikan hiburan segar kepada masyarakat atau warga sekitar Merapi.

“Selain sebagai hiburan bagi warga sekitar Merapi, kami berharap juga warga lain jug diluar daerah juga bisa menikmati pagelaran wayang Kulit ini.” tambah Bambang.

Acara pagelaran wayang Kulit in adalah agenda suguhan pertunjukan yang murni dimaksudkan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat Cangkringan dan sekitarnya ataupun warga luar daerah yang ingin menyaksikan pertunjukan. Selain itu, acara pagelaran ini juga dalam rangka “Tutup Suran” tahun 1944 kalender Jawa. (DN)

Posted in Peristiwa by Redaksi on January 5th, 2011 No Comments »

Upacara Adat Saparan dan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo Siap Digelar

SLEMAN_Masyarakat Dusun Pondok Wonolelo siap gelar Upacara Adat Saparan dan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo. Puncak acara ini akan digelar pada siang hari Jum’at 14 Januari 2011 mulai pukul 13.00 WIB di Balai Desa Widodomartani Ngemplak Sleman.

Menurut Tony Suryanto Purwanto, ketua panitia, mengungkapkan, Puncak acara upacara adat Ki Ageng Wonolelo pada tahun-tahun sebelumnya dilaksdanakan pada malam hari, namun mulai tahun ini dan tahun-tahun mendatang akan dilaksanakan pada siang hari.

Prosesi upacara adat saparan diawali dengan pengajian akbar sebagai upaya meneruskan perjuangan Ki Ageng Wonolelo sebagai ulama besar dan penyebar agama Islam. Dalam prosesi kirab pusaka ditampilkan semua pusaka peninggalan Ki Ageng Wonolelo, diantaranya kitab Suci Al Qur’an, Baju Onto Kusuma, Kopyah, Bongkahan Mustoko Masjid dan tongkat yang dimulai dari halaman Balai Desa Widodomartani menuju Makam Ki Ageng Wonolelo.

“Kirab pusaka juga diiringi oleh Bregada Ganggeng Samodra, Bregada Muspika Kecamatan Ngemplak, Putri Bhayangkari, Putri Domas, Para santri dan alim ulama, gunungan apem, sesaji, bregada Ki Ageng Wonolelo dan bregada ungel-ungelan.” tambah Tony.

Selesai prosesi kirab pusaka dilanjutkan dengan penyebaran apem seberat 1 (satu) ton sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas karunia Tuhan YME yang berupa rizqi, kesehatan, keselamatan dan ketenteraman. Apem yang disebarkan sebagai simbolisme sodaqoh untuk diperebutkan oleh pengunjung yang dianggap dapat mendatangkan keberkahan hidup

Ki Ageng Wonolelo dengan nama asli Jumadi Geno merupakan seorang keturunan Prabu Brawijaya V sekaligus sebagai tokoh penyebar agama Islam pada masa kerajaan Mataram. Ia bermukim di Dusun Pondok Wonolelo, memiliki ilmu kebatinan yang tinggi pada masa itu. Karena memiliki ilmu yang linuwih, ia pernah diutus oleh Raja Mataram ke Kerajaan Sriwijaya di Palembang yang saat itu membangkan terhadap Mataram. Iapun berhasil menaklukkan Kerajaan Sriwijaya. Nama Ki Ageng Wonolelo atau Jumadi Geno semakin tersohor dari waktu ke waktu sehingga semakin banyak orang yang berdatangan untuk berguru dengannya. Sebagai seorang panutan yang memiliki ilmu tinggi ia banyak mewariskan berbagai peninggalan yang berupa tapak tilas dan pusaka atau jimat dan benda keramat lainnya. Pusaka, jimat dan berbagai benda keramat peninggalan Ki Ageng Wonolelo inilah yang kemudian dikirabkan setiap bulan Sapar pada setiap tahunnya.

Ketua Panitia Tony Suryanto Purwanto menambahkan bahwa maksud dan tujuan diselenggarakannya upacara adat Saparan dan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo adalah untuk mendukung Yogyakarta dan khususnya Sleman sebagai daerah tujuan wisata, mengajak generasi muda untuk menggali dan lebih memahami nilai-nilai seni budaya yang adiluhung dan memberikan wahana bagi pertumbuhan kesenian rakyat serta menumbuhkan rasa handarbeni dan kecintaan terhadap seni budaya bangsa sendiri. Disamping itu juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai pelaku ekonomi selama aktivitas kegiatan berlangsung.

Menurutnya, pelaksanaan upacara adat Saparan dan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo telah diawali dengan Pengajian Akbar pada tanggal 30 Desember 2010 silam dengan pembicara Kyai Suyanto, S.Ag, MSi. Pengajian tersebut sebagai syiar agama Islam dan sebagai upaya meneruskan perjuangan Ki Ageng Wonolelo sebagai penyebar agama Islam yang gigih. Disamping pengajian akbar juga diselenggarakan pasar malam mulai 31 Desember 2010 hingga 15 Janurai 2011, yang menampilkan berbagai stand jajanan tradisional, makanan khas daerah, aneka produk kerajinan, mainan anak-anak, dsb serta pentas seni diantaranya dangdut,  jathilan, topeng ireng dsb. (DN)

Posted in Peristiwa by Redaksi on January 5th, 2011 No Comments »

Kirab Budaya Pengukuhan Yogyakarta Kota Republik

KOTA JOGJA_Meski hujan deras mengguyur Kota Yogyakarta, selasa (04/01) masyarakat tetap antusias mengikuti Kirab Budaya Pengukuhan Yogyakarta Kota Republik. Acara memperingati 65 tahun silam di mana Ibukota RI dipindahkan ke Jogjakarta ini diikuti oleh seluruh elemen masyarakat.

Di Pagelaran Keraton, Sri Sultan HB X didampingi Walikota dan seluruh Bupati se- DIY mengukuhkan Yogyakarta sebagai Kota Republik.

“Pada 4 Januari kita jadikan kekuatan bersama untuk membangun kebersamaan dan warga Jogja dapat ikut serta memperingati peristiwa sejarah ini.” ungkap Sultan.

Widihasto Wasana Putro, koordinator panitia bersama mengungkapkan  Kirab Budaya ini merupakan bentuk masyarakat Jogjakarta yang mempunyai cara unik untuk mengartikulasikan sikap politik.

Kirab Budaya diikuti oleh masyarakat Yogyakarta. Peserta Kirab Budaya antara lain American Jeep, Bregodo Ngeksigondo Astono Luhur Mataram Kuthogede, Bregodo Sekullanggi, Paguyuban Budaya Suroloyo, Bregodo Keprajuritan Abdi Dalem Kesenian Imogiri, Prajurit Kejawen Topeng Edan, Barongsay, 4 buah komunitas Sepeda Onthel, Paguyuban Tritunggal, peserta Ndalem Pujokusuman, Paguyuban Songsong Buwana, Paguyuban Hondodento, Paguyuban UMKM DPD Hipmikindo DIY, Jathilan & Kasidah Sukunan Camping, Reog Wayang Dinas Kebudayaan Bantul dan Becak Hias. (Exwan)

Posted in Peristiwa by Redaksi on January 4th, 2011 1 Comment »

Kirab Budaya dan Pengukuhan Yogyakarta Kota Republik Akan Digelar Besuk

KOTA JOGJA_Bertempat di sepanjang jalan Malioboro, Selasa (4/01) mulai pukul 14.30 WIB akan digelar Kirab Budaya dan pengukuhan Yogyakarta Kota Republik. Acara yang akan dihadiri Sri Sultan Hamengkubuwono X ini akan dimulai dari Stasiun Tugu dan berakhir di pagelaran keraton Yogyakarta.

Menurut Koordinator panitia Bersama, Widihasto Wasana Putro, dalam Kirab Budaya ini akan terbagi dalam beberapa Pos yang nantinya akan bergabung untuk melakukan Kirab budaya bersama.

“Ada tujuh pos yang terbagi dalam tujuh titik dalam Kirab Budaya ini.” ungkap Widihasto.

Peserta Kirab Budaya yang berangkat dari Stasiun KA Tugu hanya pimpinan rombongan saja. Peserta KIrab Budaya anatara lain American Jeep, Bambang KSR & Crew, Pardiman Joyonegoro dkk, Hendro Pleret dkk, Bregodo Ngeksigondo Astono Luhur Mataram Kuthogede, Bregodo Sekullanggi, Paguyuban Budaya Suroloyo, Bregodo Keprajuritan Abdi Dalem Kesenian Imogiri, Prajurit Kejawen Topeng Edan, Barongsay, 4 buah komunitas Sepeda Onthel, Paguyuban Tritunggal, peserta Ndalem Pujokusuman, Paguyuban Songsong Buwana, Paguyuban Hondodento, Paguyuban UMKM DPD Hipmikindo DIY, Jathilan & Kasidah Sukunan Camping, Reog Wayang Dinas Kebudayaan Bantul, Becak Hias, Asrama Mahasiswa Sumatera Barat, dll.

Acara akan dilanjutkan di pagelaran Keraton Yogyakarta. Di Pagelaran akan dilakukan sambutan selamat datang, Doa, Menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Teks Pancasila, Pembacaan UUD 1945, Wayang Revolusi Ki Benyek Catur Kuncoro. Acara kemudian dilanjutkan Pengukuhan Yogyakarta Kota Republik oleh Sri Sultan HB X. (DN) (Foto : Dokumen Berita Jogja-Sekaten)

Posted in Peristiwa by Redaksi on January 3rd, 2011 2 Comments »

Sheraton Sukses Gelar Pergantian Tahun Dengan Lagu-lagu Lawas Daniel Sahuleka

JOGJA_Bertempat di Mataram Ballroom Sheraton Hotel, Sheraton sukses gelar malam pergantian tahun bersama Daniel Sahuleka dengan tema “Recovery of Merapi, Experience the Music”. Penyanyi berkebangsaan Belanda ini menghipnotis penonton dengan lagu-lagu lawasnya yang romantis.

Menurut Sekar Ayu, Koordinator Public relation Hotel Sheraton mengungkapkan, Sheraton Sengaja menghadirkan Daniel Sahuleka agar penonton bisa bernostalgia kembali dengan lagu-lagu lawas yang masih populer hingga kini.

Acara yang dimulai pukul 19.00 dengan makan malam kemudian dilanjutkan dengan pameran foto kemudian dimeriahkan oleh band pembuka Rock Steady. Pukul 22.20 dengan gitarnya, Daniel Sahuleka kemudian mulai menyanyikan lagu-lagu romantisnya.

Daniel Sahuleka menyanyikan beberapa lagu lawasnya yang romantis seperti Don’t sleep away, if i didnt, i adore you dan you make my world so colourfull. Selain lagu berbahasa Ingris, daniel juga mempersembahkan satu lagu berbahasa Indonesia yang berjudul Tiada Lagi Cinta.

Menurut salah satu pengunjung, Ferdinan (23 tahun), acara ini adalah malam pergantian tahun yang luar biasa.”Malam pergantian tahun ini sangat menarik, dengan penyanyi Belanda keturunan Indonesia dan lagu-lagunya yang romantis.” ungkapnya.

“Biarpun lagu-lagu ini tidak hanya untuk penonton yang bernostalgia, tapi saya yang masih muda dengan lagu-lagu Daniel karena lagu ini memang sangat indah.” tambah Ferdinan.

Pada detik-detik pergantian tahun, bersama penonton, Daniel Sahuleka dan seluruh tamu meniup terompet bersama. Acara yang sangat hangat ini memberikan kesan pada penonton. (DN)

Posted in Peristiwa by Redaksi on January 1st, 2011 No Comments »

Desa Wisata di Sleman Mulai Ramai Pengunjung

SLEMAN_Erupsi Gunung Merapi yang terjadi 26 Oktober 2010 lalu tidak memberikan dampak pada jumlah pengunjung pariwisata Sleman yang turun drastis. Kaliurang  dan lereng Merapi yang menjadi tempat wisata favorit di Sleman menjadi lumpuh saat itu, bahkan seperti Kaliurang sempat ditutup sesaat.

Tidak hanya wisata Pegunungan lereng Merapi yang mengalami penurunan jumlah pengunjung, namun beberapa Desa Wisata di Sleman sempat mengalami penurunan jumlah pengunjung yang drastis paska erupsi Merapi. namun kini, Desa Wisata di Sleman sudah ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Disbudpar Sleman Dra. Nurhadiyati Padminingsih, Rabu (29/12) dikantornya, mengungkapkan kini Desa-Desa Wisata di Sleman sudah terlihat semakin banyak wisatawan yang mengagendakan berkunjung ke desa wisata.

“Desa wisata Brayut misalnya sudah menerima banyak pesanan wisatawan, yaitu 120 siswa SMA Mikael Jakarta pada tanggal 29 Desember 2010 dengan agenda reuni sekolah.” tambahnya

Selain itu 60 orang dari UPN Veteran Yogyakarta tanggal 15 – 16 Januari 2011, dan 150 siswa SMP PIUS Cilacap pada tanggal 17 – 20 Januari 2010 yang akan belajar membatik, karawitan, outbound tangkap ikan juga akan mengunjungi Desa Wisata Brayut.

Desa wisata Sidoakur, Jethak Sidokarto Godean menerima tamu 22 orang dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Olah Raga Kabupaten Purwokerto pada tanggal 24 – 25 silam, dan 50 orang dari kelompok TIPP Kabupaten Boyolali. Desa wisata Pentingsari akan menerima rombongan sebanyak 110 orang dari SMA I Surabaya pada awal Januari mendatang, desa wisata Ketingan menerima kunjungan 80 orang dari Jakarta bertemapat dengan malam tahun baru mendatang atau 31 Desember 2010. Desa wisata Kelor menerima tamu 50 orang dari UGM pada tanggal 29 Desember, dan 120 orang dari Jakarta pada tanggal 30 – 31 Desember 2010.

Sedangkan desa wisata Sukunan menerima 30 orang tamu dari UGM pada tanggal 30 Desember, dan pada awal bulan Januari mendatang akan menerima tamu 7 orang dari Jakarta yang akan belajar selama tiga hari tentang pengelolaan sampah, dan 10 orang dari Jepang yang akan menginap dua malam dan belajar tentang manajemen limbah plastik.

Sementara itu Kepala Seksi Dokumentasi dan Informasi Pariwisata Disbudpar Sleman Wasita, SS, MAP mengatakan bahwa pada saat ini desa wisata sudah layak untuk menjadi pilihan wisatawan. Karena disamping menawarkan potensi budaya lokal yang khas, desa wisata juga sebagai tempat dan media edukasi tentang kearifan lokal. Bahkan kini desa wisata sudah banyak dijadikan sebagai tempat untuk menyelenggarakan pelatihan, workshop, seminar skala kecil dan menengah, pertemuan keluarga, reuni sekolah, dll. (DN)

Posted in Peristiwa by Redaksi on December 31st, 2010 No Comments »

Daniel Sahuleka Akan Meriahkan Pergantian Tahun

KOTA JOGJA_Daniel Sahuleka, penyanyi berdarah Indonesia yang sekarang menetap di Belanda ini akan memeriahkan pergantian tahun di Jogjakarta. Acara yang bertajuk “Recovery of Merapi, Experience the Music” ini akan digelar di Ballroom Hotel Sheraton Jogjakarta (31/12) mulai pukul 21.00 WIB.

Dalam penampilanya nanti Daniel Sahuleka akan menyanyikan 10 lagu diantaranya adalah lagu yang populer yaitu Dont sleep away this night dan You make my world so colourfull. Dengan tembang-tembang lawasnya, Daniel, sebutan akrab penyanyi kelahiran Semarang,6 Desember 1950 ini akan memanjakan penonton bernostalgia ataupun menikmati musik-musik romantisnya.

Menurut Sekar Ayu, Public Relation Coordinator acara, acara Daniel ini adalah acara spesial untuk malam tahun baru.

“Selain penampilanya, Daniel Sahuleka akan melelang gitar yang akan ditandatangani secara langsung dan hasil pelelangan akan disumbangkan untuk korban erupsi Gunung Merapi”. tambah Sekar.

Daniel Sahuleka yang ditemui di Suko Wine Sheraton (30/12) menyebutkan akan memberikan penampilan yang sangat istimewa untuk pergantian tahun 2011 di Jogjakarta. “Akan ada 1 lagu berbahasa Indonesia juga yang akan saya nyanyiakan”. tambah Daniel

Konser ini akan menyuguhkan tatanan panggung nan megah, eklusif dan elegan dengan tatanan lampu  yang luar biasa. Desain dan dekorasi ruangan didesain serba putih sehingga membuat nuansa lebih hangat dan mengemblikan kenang-kenangan terhadap lagu-lagu dari Daniel Sahuleka.

Tiket dapat diperoleh di Ticket Box Gramedia, Dixie, Disc Tarra atau langsung reservasi ke Sheraton Hotel Jogjakarta. Tiket yang ditawarkan seharga Rp 250.000 untuk festival A, Rp 300.000 untuk festival B dan Rp 500.000 untuk VIP yang termasuk makan malam.  (DN, Foto DN)

Posted in Peristiwa by Redaksi on December 31st, 2010 No Comments »

Orasi Budaya Emha Ainun Najib “Untuk Indonesia dari Jogjaku yang Memang Istimewa”

SLEMAN_Emha Ainun Najib atau yang lebih dikenal dengan Cak Nun akan menggelar orasi budaya dengan mengusung tema “Untuk Indonesia dari Jogjaku yang Memang Istimewa”. Acara yang juga dimeriahkan dengan pementasan Kyai Kanjeng ini akan digelar di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri UGM, rabu (29/12) pukul 19.30.

Menurut Ketua PKKH, Dr. Ida Rochani Adi, S.U., dalam orasinya, Cak Nun akan merefleksikan berbagai persoalan sosial, politik, dan budaya yang tengah melanda Indonesia akhir-akhir ini. Acara orasi budaya didahului dengan pembacaan puisi oleh Rektor UGM, Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D.

Selain orasi budaya, juga akan digelar pameran lukisan dari 102 perupa profesional, antara lain, Heri Dono, Joko Pekik, Edi Hara, Nasirun, dan Kartika Affandi. Pameran lukisan akan berlangsung hingga 3 Januari. “Kegiatan orasi budaya dan pameran seni rupa ini terbuka untuk umum,” kata Ida kepada wartawan, Selasa (28/12). Ikut mendampingi Ida dalam kesempatan tersebut, sastrawan Dr. Aprinus Salam, arsitek Dr. Ir. Sita Adhisakti, dan perupa Yuswantoro Adi.

Acara orasi budaya dan pameran lukisan yang digelar gratis ini merupakan awal dari rangkaian acara yang diagendakan oleh PKKH. Kegiatan pameran seni rupa rencananya akan dilaksanakan secara reguler, pagelaran sastra dan teater, serta festival musik. “Kita ingin mengangkat anak-anak muda sebagai seniman, sastrawan baru,” kata Aprinus Salam selaku koordinator acara orasi budaya. (DN) (Rilis UGM, Foto : UGM)

Posted in Peristiwa by Redaksi on December 28th, 2010 No Comments »

UGM Kembangkan Program ESD di Gunung Kidul

SLEMAN_Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan model program pendidikan atau Education for Sustainable Development (ESD). Program pengembangan ini melalui Fakultas Biologi. Setidaknya sejak tahun 2006 lalu telah fokus pada pengembangan program Education for Sustainable Development (ESD) di desa binaan, yaitu Beji, Ngawen, dan Kemadang, Tanjungsari, Gunung Kidul. Berbagai langkah program ESD telah dilakukan, seperti penerjunan mahasiswa KKN-PPM hingga pendampingan masyarakat oleh para ahli serta peneliti dalam pengembangan sektor pertanian.

Tidak hanya itu, banyak penelitian juga telah dilakukan dengan tujuan memberikan pendampingan dan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan dari segala aspek.

Penelitian-penelitian tersebut antara lain tentang budidaya tanaman anggrek di lokasi tersebut. “Pendampingan bertujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan lingkungan secara keseluruhan dan berkelanjutan dari berbagai aspek, ekonomi, sosial, hingga budaya sekalipun,” terang dosen Fakultas Biologi UGM, Slamet Widiyanto, S.Si., M.Si, di sela-sela Seminar Hasil Penelitian “Implementing Graduate Student Research and CEC Establishment, I-MHERE Project”, di Fakultas Biologi UGM, Kamis (23/12).

Slamet yang juga menjabat sebagai person in charge (PiC) seminar menambahkan kegiatan juga sebagai contoh ESD yang dilakukan UGM. Anggrek yang banyak ditanam di Hutan Rakyat dan Wisata Wonosadi, Ngawen, misalnya, terus dibudidayakan agar tidak rusak atau punah. Tanaman anggrek ini juga menjadi salah satu penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa dalam proyek I-MHERE dengan judul “Kajian Keanekaragaman dan Upaya Pelestarian Tumbuhan Anggrek di Wonosadi, Gunung Kidul dengan Pendekatan Molekuler”, dengan ketua peneliti Dian Aruni Kumalawati, S.Si. “Hasil penelitian yang dipresentasikan dalam seminar kali ini juga menjadi contoh pengembangan ESD tersebut,” imbuh Slamet. (DN) (Rilis UGM 2010)

Posted in Peristiwa by Redaksi on December 27th, 2010 No Comments »